Jayapura – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menghadiri Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun ke-38 Jemaat Mula-Mula sekaligus peluncuran buku sejarah Jemaat GKI Getsemani Bhayangkara Klasis GKI Port Numbay pada 13 Maret 2026 di Jayapura.
Kehadiran Gubernur Papua yang juga didampingi Kepala Dinas PUPR Papua Nasir Renyaan, Staf Khusus Gubernur Hendrik Yance Udam, serta Staf Khusus Gubernur Elly Leopati menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelayanan gereja dan penguatan nilai-nilai iman di tengah masyarakat Papua.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena seluruh jemaat dapat merayakan hari ulang tahun ke-38 dalam suasana penuh sukacita, kebersamaan, dan rasa syukur.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, saya menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jemaat GKI Getsemani Bhayangkara atas perjalanan pelayanan iman yang telah mencapai usia 38 tahun. Ini bukan sekadar perjalanan waktu, tetapi perjalanan iman yang penuh kesetiaan, pengorbanan, dan semangat pelayanan dari para perintis hingga generasi jemaat saat ini,” ujar Gubernur.
Menurutnya, tema perayaan “Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan” memiliki makna yang sangat mendalam. Nilai kasih Kristus diharapkan mampu menggerakkan umat untuk hidup mandiri, saling peduli, serta menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi sesama.
Ia menegaskan bahwa gereja memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan manusia Papua. Melalui pelayanan rohani, pendidikan, diakonia, dan kegiatan sosial kemasyarakatan, gereja turut membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, penuh kasih, dan saling menghargai.
Gubernur juga menyinggung visi pembangunan Provinsi Papua yaitu Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera dan Harmoni (Papua Cerah). Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang beriman, berpendidikan, sehat, serta hidup dalam kerukunan.
“Pemerintah membutuhkan sinergi bersama gereja dan seluruh elemen masyarakat agar Papua dapat terus berkembang menjadi daerah yang damai, sejahtera, dan penuh persaudaraan,” katanya.
Sebagai penutup sambutannya, Gubernur menyampaikan pantun yang disambut hangat oleh jemaat:
Petik matoa di pagi hari,
Dibawa pulang bersama saudara.
Kasih Kristus mempersatukan kami,
Jemaat menjadi berkat bagi sesama.
Burung cenderawasih terbang tinggi,
Hinggap sejenak di pohon cerah.
Bersatu dalam kasih ilahi,
Menuju Papua Cerah yang sejahtera.
Ibadah syukur dan peluncuran buku sejarah jemaat tersebut berlangsung khidmat dan penuh sukacita, menjadi momentum refleksi perjalanan pelayanan gereja sekaligus memperkuat komitmen jemaat untuk terus menjadi terang dan berkat bagi masyarakat di Tanah Papua.( Penulis Jamaludin/Editor Vio)












