Solo, Kunjungan dua tokoh penting asal Papua, Willem Frans Ansanay (WFA) dan calon Gubernur Papua Martius Derek Fakhiri (MDF), ke Solo bukan sekadar agenda biasa. Keduanya bertolak ke Kota Bengawan atas undangan langsung Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dalam sebuah pertemuan yang sarat makna politik.
WFA, Ketua DPP Bara JP sekaligus tokoh sentral Papua di lingkaran nasional, menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan bentuk konsolidasi dukungan penuh dari pusat terhadap MDF dalam menghadapi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua pada 6 Agustus 2025.
“Saya dipanggil langsung oleh Presiden RI ke 7 Jokowi untuk melaporkan kesiapan politik Bara JP Papua dalam mendukung penuh Matius Derek Fakhiri sebagai calon gubernur Papua dan Aryoko Rumaropen sebagai wakil gubenur Papua ( MARI YO ) ,” ujar WFA kepada wartawan melalui sambungan telepon usai pertemuan terbatas di kediaman pribadi Presiden Jokowi di Solo, Kamis (22/5/2025).
Jokowi, selaku pembina utama Bara JP Nasional, dikabarkan memberi restu penuh dan menyerukan kepada seluruh kader Bara JP serta partai-partai koalisi untuk bekerja total memenangkan pasangan tersebut.
“Pak Jokowi menyambut baik laporan yang saya sampaikan. Beliau bahkan secara langsung menginstruksikan seluruh elemen pendukung untuk all-out memenangkan MARI YO di Papua,” lanjut WFA, yang juga menjabat sebagai Ketua Depidar XXV SOKSI Papua.
WFA sekaligus membantah keras tudingan bahwa pertemuan dengan Presiden RI ke 7 Pak Jokowi hanyalah manipulasi. “Itu pertemuan nyata. Bukan foto editan. Kami betul-betul bertemu dan berdiskusi langsung dengan Pak Jokowi ,” tegasnya.
Langkah politik ini mempertegas sinyal bahwa pemerintah pusat menaruh perhatian khusus pada masa depan kepemimpinan di Bumi Cenderawasih. MDF dan Aryoko, lewat koalisi MARI YO, dinilai sebagai sosok yang mampu menjembatani aspirasi rakyat Papua dengan arah pembangunan nasional.
Dengan dukungan langsung dari Presiden RI ke 7 Jokowi , arah politik menuju PSU Pilgub Papua tampaknya mulai jelas: Jakarta serius mendorong perubahan di Papua, dan MARI YO menjadi ujung tombaknya.












