Jayapura, Kontestasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua makin memanas. Kali ini, dukungan politik besar datang dari dua tokoh sentral tanah Tabi: Ketua DPD Partai Golkar Kota Jayapura Abisai Rollo (ABR) dan politisi senior Partai Demokrat Boy Markus Dawir (BMD). Keduanya kompak menyatakan dukungan penuh untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Matius Fakhiri Aryoko Rumaropen (MARI YO).
Dalam orasi politiknya di Pantai Wisata Holtekamp, Distrik Muara Tami, Minggu (20/07), ABR menegaskan:
“Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Jayapura, saya instruksikan seluruh kader dan simpatisan untuk bersatu memenangkan pasangan MDF–AR. Ini amanat partai. Tak ada tempat bagi yang bermain dua kaki!”
ABR juga menepis isu liar yang beredar bahwa dirinya tidak mendukung MARI YO.
“Masyarakat tahu siapa saya. Isu saya tidak mendukung MARI YO hanyalah hoaks yang dimainkan lawan politik. Saya tegak lurus terhadap keputusan partai dan berdiri di barisan depan untuk kemenangan nomor 02.”
Sementara itu, Boy Markus Dawir (BMD) dengan lantang mematahkan narasi sektarian yang dimainkan kubu lawan.
“Saya anak Tabi dan anak Saireri. Tapi ini bukan pemilihan kepala suku! Ini Pilgub Papua! Kita butuh pemimpin, bukan sekadar mewakili suku. Dan pemimpin itu adalah MARI YO!”
BMD menambahkan bahwa meski ia pernah menjadi rival politik ABR dalam Pilkada Kota Jayapura 2024, kini keduanya bersatu demi perubahan nyata di Papua.
“Kami pernah bersaing, tapi sekarang kami sepakat: Papua butuh pemimpin merakyat dan rendah hati seperti MDF dan Aryoko. Mari kita menangkan MARI YO di PSU 6 Agustus 2025.”
Ketua Umum Relawan Mari Yo Mania, Hendrik Yance Udam (HYU), menyambut bersatunya dua tokoh besar ini dengan antusias.
“Teka-teki soal dukungan ABR sudah selesai. Ia berdiri di barisan kami. Yang masih menyebar isu sebaliknya adalah bagian dari propaganda usang yang sudah tak mempan di mata rakyat.”
HYU juga mengungkapkan bahwa dukungan dari kalangan anak Tabi dan anak Saireri untuk MARI YO sudah mencapai titik klimaks.
“Hari ini, 75 persen anak Tabi dan Saireri sudah bersama MARI YO. Isu sektarian sudah basi. Rakyat Papua sudah cerdas memilih pemimpin berdasarkan integritas, bukan asal-usul.”
Papua Butuh Pemimpin, Bukan Kepala Suku
HYU menegaskan, MARI YO adalah figur pemimpin yang tulus, sederhana, dan mau turun ke rakyat.
“Sudah saatnya Papua dipimpin oleh sosok yang punya hati, bukan ambisi. Mari YO hadir dengan visi membangun Papua untuk semua, bukan untuk kelompok tertentu.”
Dengan bersatunya ABR dan BMD, dua tokoh anak Tabi yang punya basis politik dan sosial kuat, kemenangan MARI YO di PSU Pilgub Papua 6 Agustus mendatang diyakini tinggal menunggu waktu.












