Golkar Papua Ditantang Jadi Motor Percepatan Pembangunan: Ahmad Doli Tekankan Arah Baru Politik Kesejahteraan

Jayapura — Momentum pelantikan pengurus baru DPD Partai Golkar Papua tak sekadar seremoni politik. Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, mengirim pesan tegas: kekuatan politik yang telah diraih harus diubah menjadi energi nyata untuk mempercepat pembangunan di Tanah Papua.

Dalam pernyataannya usai pelantikan, Sabtu (25/4/2026), Ahmad Doli menekankan bahwa kepemimpinan baru di bawah Matius D. Fakhiri tidak boleh berjalan biasa-biasa saja. Menurutnya, Golkar Papua kini berada di titik strategis—memiliki legitimasi politik kuat sekaligus tanggung jawab besar terhadap rakyat.

“Dengan capaian yang ada, Golkar Papua harus segera menyusun agenda politik yang terarah, terukur, dan berdampak langsung pada masyarakat,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, hasil Pemilu dan Pilkada terakhir menjadi modal politik yang sangat signifikan. Golkar berhasil menguasai DPR Papua, memimpin sejumlah DPRD kabupaten/kota, serta memenangkan Pilgub dan enam Pilkada di Papua. Fakta ini, menurutnya, bukan sekadar kemenangan elektoral—melainkan amanah untuk menghadirkan perubahan nyata.

Lebih jauh, Ahmad Doli menyoroti pentingnya konsolidasi kekuatan politik yang sudah terbentuk. Ia mengingatkan bahwa kekuasaan politik tanpa arah pembangunan hanya akan menjadi simbol tanpa makna.

“Pertanyaannya sekarang: ke mana kekuatan ini diarahkan? Jawabannya harus jelas—untuk percepatan pembangunan dan kesejahteraan rakyat Papua,” ujarnya.

Dengan enam kepala daerah yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Golkar di tingkat kabupaten/kota, ia melihat peluang besar untuk menciptakan sinergi kebijakan dari pusat hingga daerah. Ini, kata dia, adalah kekuatan strategis yang jarang dimiliki partai lain.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan Papua tidak ringan. Ketimpangan pembangunan, akses pendidikan dan kesehatan, serta kesejahteraan masyarakat masih menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan komitmen politik yang nyata, bukan sekadar retorika.

“Golkar harus hadir di garis depan—bukan hanya dalam kontestasi politik, tetapi dalam perjuangan menghadirkan keadilan sosial dan kemajuan bagi seluruh rakyat Papua,” tegasnya.

Pesan ini menjadi sinyal kuat bahwa era baru Golkar Papua bukan hanya soal kemenangan politik, tetapi tentang bagaimana kekuasaan diterjemahkan menjadi pelayanan, pembangunan, dan harapan baru bagi masyarakat.

Di tengah dinamika politik nasional dan daerah, publik kini menunggu: apakah Golkar Papua mampu menjawab tantangan ini dan benar-benar menjadi lokomotif perubahan di Bumi Cenderawasih ( Penulis Hengky Bagre/Editor Jamaludi/Vio)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *