Jayapura – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua yang digelar di Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Sabtu (12/4/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Novyan Bakrie bersama jajaran pengurus pusat Kadin, para pelaku usaha, ketua-ketua Kadin kabupaten/kota se-Provinsi Papua, serta perwakilan Kadin dari berbagai daerah seperti Provinsi Banten dan Papua Tengah. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua.
Dalam sambutannya, Gubernur Papua menyampaikan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena seluruh peserta dapat hadir dan berkumpul dalam forum penting tersebut untuk memperkuat kebersamaan serta semangat membangun Papua yang lebih maju.
Menurutnya, Musprov Kadin bukan sekadar agenda organisasi, melainkan forum strategis untuk menentukan arah, peran, dan kontribusi dunia usaha dalam pembangunan ekonomi daerah.
“Sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 33, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Dalam konteks ini, dunia usaha memiliki peran penting sebagai motor penggerak pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Fakhiri.
Ia menegaskan bahwa Kadin sebagai wadah dunia usaha memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, Kadin dituntut tidak hanya menjadi organisasi formal, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi yang nyata, adaptif, serta mampu menjawab berbagai tantangan zaman.
Sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua yakni mewujudkan transformasi Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis atau “Papua Cerah”, Gubernur menekankan bahwa arah pembangunan ekonomi harus bertumpu pada penguatan sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi lokal, serta keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Papua juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Kadin Papua masa bakti 2021–2026, Ronald Antonio, atas dedikasi dan pengabdiannya dalam memimpin organisasi tersebut selama beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, di bawah kepemimpinan Ronald Antonio, Kadin Papua menunjukkan kemajuan yang signifikan, baik dalam konsolidasi organisasi hingga tingkat kabupaten/kota maupun dalam menghadirkan berbagai program nyata yang berdampak langsung terhadap penguatan ekonomi daerah.
Berbagai langkah konkret yang telah dilakukan antara lain mendorong pemberdayaan UMKM dan pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP), membuka peluang investasi melalui kemitraan strategis, serta memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah.
“Capaian ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan dan penguatan peran Kadin Papua ke depan. Saya berharap kepemimpinan Kadin berikutnya dapat melanjutkan dan meningkatkan capaian tersebut dengan semangat inovasi dan kolaborasi yang lebih kuat,” katanya.
Musprov VIII Kadin Papua mengusung tema “Bersatu, Bertumbuh, dan Berdaya Saing”, yang menurut Gubernur harus dimaknai sebagai komitmen bersama untuk memperkuat solidaritas dunia usaha, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta meningkatkan daya saing di tengah dinamika ekonomi global.
Subtema yang diangkat juga menekankan pentingnya pemberdayaan usaha lokal dan sinergi investasi guna menciptakan lapangan kerja serta memperkuat ketahanan ekonomi Papua.
Pemerintah Provinsi Papua, lanjut Fakhiri, berkomitmen untuk terus menghadirkan kebijakan yang mendukung pengembangan dunia usaha, khususnya bagi UMKM dan pelaku usaha Orang Asli Papua melalui kemudahan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas, serta perlindungan usaha.
Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa investasi yang masuk ke Papua harus memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat.
“Investasi yang masuk ke Papua harus mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tidak boleh ada investasi yang hanya mengambil manfaat tanpa memberikan dampak nyata bagi rakyat Papua,” tegasnya.
Melalui forum Musprov ini, Gubernur berharap akan lahir kepemimpinan Kadin Papua yang kuat, visioner, dan berintegritas, serta mampu membawa organisasi tersebut menjadi lebih profesional, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
Ia juga menekankan bahwa Kadin Papua harus menjadi garda terdepan dalam membangun ekosistem dunia usaha yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Papua yang maju dan sejahtera.
Menutup sambutannya, Gubernur Papua menyampaikan sebuah pantun yang disambut meriah oleh para peserta Musprov.
Burung Cenderawasih terbang pagi,
Hinggap sebentar di dahan tinggi,
Kadin bersatu membangun negeri,
Papua maju penuh harmoni.
Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Gubernur Papua secara resmi membuka Musyawarah Provinsi VIII Kadin Papua.
“Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Musyawarah Provinsi ke-VIII Kadin Papua secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutupnya. ( Penulis Hengky Bagre/Editor Jamaludin/Vio)














