Jayapura, Menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua pada 6 Agustus 2025, suhu politik mulai memanas. Di tengah riuhnya manuver liar sejumlah elit, Ketua Umum Relawan Mari Yo Mania, Hendrik Yance Udam (HYU), dengan tegas menyatakan bahwa Partai NasDem tetap tegak lurus mendukung pasangan Matius Derek Fakhiri dan Aryoko Rumaropen (MARI YO).
Pernyataan itu disampaikan HYU saat menghadiri Deklarasi dan Pelantikan Tim Relawan MARI YO Solata, yang digelar penuh semangat di Rumah Adat Tongkonan, Senin (14/7/2025).
“Jangan percaya manuver politik murahan dari kelompok sakit hati! NasDem tetap satu komando untuk MARI YO!” tegas HYU di kepada sejumlah awak media
HYU membantah keras isu liar yang menyebut NasDem Papua beralih dukungan ke paslon nomor urut satu (BTM-CK). Menurutnya, itu hanya ulah kelompok kecil dalam internal NasDem—yang terdiri dari caleg gagal, mantan calon kepala daerah yang ditolak rakyat, serta barisan sakit hati—yang mencoba menggiring opini sesat dan menyesatkan publik Papua.
“Mereka bukan suara resmi partai. Mereka hanya bayangan dari masa lalu yang gagal. NasDem sejati tidak berkhianat!” ujar HYU santai.
Sebagai bukti nyata loyalitas NasDem, HYU menegaskan bahwa Anggota DPR Papua dari Fraksi NasDem, Cintiya Ruliani Talantan, justru turut hadir dan berdiri paling depan dalam deklarasi relawan Mari Yo Solata. Cintiya dikenal sebagai tokoh perempuan tangguh yang pernah menjabat Ketua DPRD Kabupaten Jayapura, dan kini memantapkan barisan untuk mengantar MARI YO menuju kemenangan definitif 2025–2030.
“Cintiya adalah simbol bahwa NasDem tegak lurus bersama rakyat, bersama MARI YO. Bukan bersama para pelompat pagar yang haus kekuasaan,” sindir HYU.
HYU pun menyerukan kepada seluruh masyarakat Papua untuk tidak mudah terprovokasi oleh permainan politik kotor yang hanya ingin memecah belah suara rakyat.
“Mari kita bulatkan tekad, lawan manuver politik liar, dan menangkan MARI YO di PSU Pilgub Papua. Inilah saatnya rakyat Papua bersatu untuk perubahan yang nyata!” pungkasnya.












