Berita  

Keterwakilan Adat Terabaikan, Intelektual Waropen Ultimatum Pemerintah

Waropen, Kelompok intelektual muda Kabupaten Waropen yang dipimpin oleh Petrus Kristofel Maniburi menyatakan kekecewaannya atas tidak adanya kejelasan dalam proses seleksi pengangkatan anggota DPRK (Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten) Waropen. Dalam pernyataan pers yang diterima redaksi pada Rabu (26/05), Petrus menegaskan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan aksi demonstrasi besar-besaran sebagai bentuk tuntutan terhadap keadilan dan keterwakilan masyarakat adat.

“Kami melihat tidak adanya komunikasi lanjutan yang jelas. Aspirasi masyarakat adat terkesan digantung, tanpa kepastian. Komunikasi yang terjadi pun tidak konsisten dan sering berubah-ubah,” ujar Petrus.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berulang kali berusaha menempuh jalur komunikasi yang baik, termasuk berdiskusi dan mengirim pesan secara langsung kepada Bupati Waropen. Namun, hingga kini belum ada kepastian yang diberikan.

“Kami sangat menyayangkan. Ketika dorongan untuk turun ke jalan semakin besar, kami tetap memilih jalur intelektual dan dialog. Tapi ketika suara kami terus diabaikan, maka jalan terakhir yang mungkin harus kami ambil adalah aksi massa,” tegasnya.

Menurut Petrus, seharusnya hingga saat ini sudah ada keputusan final terkait pengangkatan kursi DPRK. Ia menyebut telah melakukan komunikasi dengan banyak pihak, namun respons yang diterima selalu berubah-ubah dan tidak memberikan kepastian yang dibutuhkan.

“Untuk saat ini, kami sedang melakukan konsolidasi internal dan menyusun materi aksi. Kami butuh kepastian dan konsistensi dari pemerintah daerah,” pungkasnya.

Kelompok intelektual muda Waropen menyatakan siap turun ke jalan dengan kekuatan penuh demi memperjuangkan keadilan dan keterwakilan yang layak bagi masyarakat adat di kabupaten tersebut.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *