Ketum Gercin Indonesia Dorong Konsolidasi Masyarakat Adat Suku Moni Hadapi Perubahan Zaman

Jayapura, Papua,  Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (DPN Gercin Indonesia), Hendrik Yance Udam (HYU), menggelar pertemuan terbatas dan diskusi strategis bersama Ketua Umum Lembaga Masyarakat Adat Suku Moni, Thomas Sondegaau, di Jayapura, Tanah Papua.( Selasa, 2 Desember 2025 )

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat persaudaraan ini membahas berbagai isu strategis terkait penguatan peran masyarakat adat Suku Moni dalam menghadapi tantangan pembangunan dan perubahan zaman.

Dalam diskusi tersebut, HYU menyampaikan apresiasi yang tinggi atas berdirinya LMA Suku Moni di Tanah Papua. Menurutnya, terbentuknya lembaga adat ini merupakan sebuah langkah maju dalam perjalanan perubahan peradaban Suku Moni, sekaligus menjadi wadah perjuangan yang terorganisir untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan masyarakat adat.

HYU juga menegaskan bahwa Suku Moni bukanlah suku kecil di Tanah Papua. Suku Moni merupakan salah satu suku besar yang telah menyebar secara merata di berbagai wilayah Papua, bahkan telah berada di sejumlah kota besar di Indonesia. Kontribusi Suku Moni dalam pembangunan Papua di berbagai sektor, seperti sosial, pendidikan, politik, dan ekonomi, dinilai sangat signifikan.

Dalam kesempatan itu, HYU menyarankan agar LMA Suku Moni dapat menyelenggarakan seminar nasional dengan tema Penguatan Kapasitas Masyarakat Adat Suku Moni dalam Menyambut Perubahan Zaman. Ia menilai bahwa derasnya arus perubahan zaman harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat adat.

“Seminar nasional ini diharapkan menjadi forum strategis bagi Suku Moni untuk memperkuat konsolidasi kekuatan masyarakat adat, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Suku Moni di Tanah Papua,” ujar HYU.

Sementara itu, Ketua Umum LMA Suku Moni, Thomas Sondegaau, yang juga merupakan politisi Partai Demokrat serta mantan anggota DPR Papua selama dua periode, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan pertemuan persahabatan yang sarat dengan gagasan-gagasan konstruktif.

“Ini pertemuan biasa antara saya dan Bung HYU, namun penuh dengan pikiran-pikiran yang sangat baik. Semua masukan akan kami tindak lanjuti dalam rapat bersama pengurus LMA Suku Moni. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bung HYU atas diskusi yang sangat bermanfaat bagi kami,” ujar Thomas.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus membangun sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga adat dalam memperkuat persatuan, menjaga nilai-nilai adat, serta mendorong kemajuan masyarakat adat Papua secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *