Jayapura.Fakta Harian.Com – Mahasiswa asal Waropen yang sedang menempuh studi di Kota Jayapura menggelar aksi solidaritas untuk korban kebakaran yang melanda Pasar Urfas di Kabupaten Waropen. Aksi penggalangan dana ini dimulai pada 1 April 2025 dan akan berlangsung selama tiga hari, sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban yang terkena musibah,:Kata Koordinator aksi Saponi Boy Sasarai kepada sejumlah wartawan di loaksih kegiatan
Saponi Boy Sasarai, koordinator aksi, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah murni sebagai bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan. “Sebagai mahasiswa, kita harus tanggap dan langsung turun tangan membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam situasi darurat seperti ini,” ujarnya.
Saponi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh senior dan rekan-rekan mahasiswa yang telah berpartisipasi dengan memberikan waktu, tenaga, dan pemikiran untuk kelancaran aksi ini. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, baik dalam bentuk materi maupun tenaga,” tambahnya.
Selain penggalangan dana, mahasiswa Waropen juga membuka Posko Induk di Asrama Waropen, yang terletak di Jalan Proyek Perumnas II, untuk menampung donasi berupa sembako, air mineral, alat dapur, dan barang-barang kebutuhan lainnya.
Melalui aksi ini, mahasiswa Waropen berharap peristiwa kebakaran ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah, agar lebih memperhatikan penanganan bencana, terutama dalam menyediakan alat pemadam kebakaran yang memadai. “Saat ini, Pemerintah Kabupaten Waropen belum memiliki alat pemadam kebakaran yang berfungsi dengan baik, dan hal ini menjadi perhatian kami,” tegas Saponi.
Harapan besar juga disampaikan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan ini dan memberikan perhatian lebih terhadap korban kebakaran Pasar Sentral Urfas yang telah menghanguskan sebagian besar pusat perekonomian masyarakat setempat.
Dengan aksi solidaritas ini, mahasiswa Waropen Kota Studi Jayapura tidak hanya ingin memberikan bantuan langsung kepada para korban, tetapi juga berharap dapat mendorong pemerintah daerah untuk lebih siap dan tanggap dalam menghadapi bencana di masa depan














