Musda VII Golkar Kota Jayapura Resmi Dimulai, Konsolidasi Menuju Politik 2029 Ditekankan

Jayapura – Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Papua, Max Richard Krey, ST, mewakili Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Papua Komjen Pol (Purn) Matius Derek Fahkiri, S.IK., S.H., M.H. (MDF), secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VII DPD II Partai Golkar Kota Jayapura, Sabtu (21/2/2026), di Hotel Grand Tabi, Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan.

Dalam sambutannya, Max Krey menyampaikan permohonan maaf dari Ketua DPD I Partai Golkar Papua yang tidak dapat hadir secara langsung karena harus menjalankan tugas-tugas pemerintahan dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Papua.

“Atas perintah langsung Bapak Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Papua, Komjen Pol (Purn) Matius Derek Fahkiri, saya hadir untuk membuka secara resmi Musda VII DPD II Partai Golkar Kota Jayapura,” ujarnya.

Max Krey memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana yang telah bekerja maksimal demi suksesnya agenda politik lima tahunan tersebut. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Pelaksana Tugas (PLT) Ketua DPD II Partai Golkar Kota Jayapura, Bung Isak H. Rumbarar, ST., MM., beserta seluruh jajaran yang dinilai berhasil melakukan konsolidasi internal dan eksternal partai.

“Atas nama DPD I Partai Golkar Provinsi Papua, kami menyampaikan apresiasi atas kerja-kerja politik, loyalitas, dan dedikasi seluruh kader yang telah menyukseskan Musda VII ini,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa Partai Golkar merupakan salah satu partai tertua di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah berkontribusi panjang dalam perjalanan bangsa. Saat ini, Partai Golkar disebutnya sebagai partai karya kekaryaan yang modern dan terbuka bagi seluruh anak bangsa yang ingin mengabdi melalui jalur politik.

Terkait proses pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Jayapura, Max Krey menegaskan bahwa Musda VII dilaksanakan secara demokratis dan transparan. Ia membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh kader yang memenuhi syarat administrasi untuk maju sebagai calon ketua.

“Kami tidak pernah menutup ruang bagi siapa pun kader Partai Golkar yang ingin maju, sepanjang memenuhi persyaratan administrasi politik yang telah ditetapkan panitia,” ujarnya.

Namun hingga batas waktu pendaftaran, baru satu nama yang resmi mendaftarkan diri, yakni Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo (ABR).

Max Krey juga menepis anggapan bahwa Musda digelar secara tertutup. Menurutnya, seluruh proses berjalan terbuka dan sesuai mekanisme organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, ia memuji kekompakan anggota Fraksi Partai Golkar DPR Kota Jayapura yang hadir lengkap dalam Musda. Namun, ia juga menyoroti ketidakhadiran sebagian besar anggota Fraksi Partai Golkar DPR Papua. Dari sembilan anggota yang diundang secara resmi, hanya satu yang hadir, yakni Jaya Kusuma.

“Terima kasih kepada Pak Jaya yang telah hadir. Ketidakhadiran anggota Fraksi DPRP Partai Golkar ini akan menjadi catatan politik dan akan kami laporkan kepada Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Papua sebagai bahan evaluasi,” tegasnya.

Acara pembukaan Musda VIII turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Jayapura, Wali Kota Jayapura, panitia pelaksana, serta para kader dan simpatisan Partai Golkar.

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Max Krey atas nama Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Papua secara resmi membuka Musda VII DPD II Partai Golkar Kota Jayapura.

Ia berharap Musda ini dapat berjalan lancar, demokratis, dan melahirkan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Jayapura yang definitif, sehingga roda organisasi dapat bergerak lebih masif dalam menyongsong agenda politik 2029. ( Penulis Jamaludin Edior Vio )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *