Jayapura. Suhu politik jelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua kian memanas. Kurang dari dua bulan menuju hari pemungutan suara pada 6 Agustus 2025, gelombang dukungan besar mulai bergeser. Salah satu peristiwa politik paling mencolok adalah eksodus pendukung pasangan Benhur Tomi Mano–Constan Karma (BTM-CK) yang kini menyatakan dukungannya kepada pasangan Matius Dereck Fakhiri–Aryoko Rumaropen (MARI YO).
Salah satu tokoh utama dalam gelombang peralihan ini adalah Viktor M. Buefar, kader militan BTM-CK, yang secara terbuka mengumumkan bergabung dengan tim pemenangan MARI YO. Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh Viktor melalui pesan WhatsApp yang ia sebarkan pada Minggu (15/06) malam.
“Sampai malam ini, saya masih menerima banyak pertanyaan tentang keputusan saya. Tapi saya tegaskan, ini adalah langkah yang saya ambil dengan penuh pertimbangan demi masa depan Papua yang lebih baik. Mari kita bergandengan tangan memenangkan pasangan MDF-AR,” tulis Viktor
Viktor M. Buefar tak hanya bergabung sendiri, namun membawa serta para loyalisnya, memperkuat barisan relawan MARI YO yang belakangan menunjukkan tren positif dalam elektabilitas.
Ketua Umum Relawan MARI YO MANIA, Hendrik Yance Udam (HYU), menyambut baik bergabungnya Viktor dan menganggap hal ini sebagai sinyal kemenangan untuk pasangan MDF–AR dalam PSU mendatang.
“Ini adalah indikasi kuat bahwa rakyat Papua mulai sadar siapa yang layak memimpin. MARI YO adalah pilihan terbaik untuk lima tahun ke depan. Eksodus politik ini membuktikan itu,” tegas HYU.
Dengan bergabungnya tokoh-tokoh penting dari kubu BTM-CK, pengamat politik daerah menilai bahwa kekuatan MARI YO kini kian solid dan berpotensi besar memenangkan pemilihan ulang nanti.
Gelombang dukungan ini diperkirakan akan terus membesar menjelang PSU, yang akan menjadi salah satu penentu arah masa depan kepemimpinan Provinsi Papua.












