Proyek Kereta Api Papua Tuai Pro-Kontra, Golkar: Ini Jalan Percepatan Ekonomi Rakyat, Jenderal MDF Telah Meletakan Peradaban Baru

Jayapura,  Dukungan politik terhadap rencana pembangunan kereta api di Papua kian menguat. Partai Golkar Provinsi Papua secara tegas menyatakan berdiri di garda depan mendukung gagasan besar Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, yang dinilai sebagai langkah visioner untuk mengubah wajah ekonomi dan konektivitas di Tanah Papua.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Biro Informasi, Komunikasi, dan Penggalangan Opini DPD I Golkar Papua, Hendrik Yance Udam, saat menjawab pertanyaan wartawan di Jayapura, Senin (20/4/2026) usai mengikuti Halal Bihalal Ikatan Keuarga Minang Kota Jayapura di Hotel  Zuni Abepura.

Ia menegaskan bahwa proyek kereta api bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol percepatan peradaban dan kesejahteraan masyarakat Papua.

“Kereta api ini adalah jawaban atas tantangan mahalnya harga barang, keterisolasian wilayah, dan lambatnya pertumbuhan ekonomi. Ini bagian dari visi besar ‘Papua Cerah’ yang harus kita dukung bersama,” tegasnya.

Menurutnya, kehadiran transportasi massal berbasis rel akan membuka akses antarwilayah, menekan biaya logistik, serta mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di Papua. Ia bahkan menyebut proyek ini sebagai fondasi penting bagi transformasi sosial dan ekonomi orang asli Papua.

Golkar Papua juga menunjukkan optimisme tinggi bahwa proyek ambisius ini dapat direalisasikan di bawah kepemimpinan Matius Fakhiri, yang juga menjabat Ketua DPD I Golkar Papua. Keyakinan tersebut bukan tanpa alasan—dukungan politik internal dinilai solid, dan arah kebijakan pembangunan semakin terstruktur.

Tak hanya itu, Hendrik turut mengajak seluruh elemen masyarakat dan elite politik Papua untuk tidak terjebak dalam polemik yang menghambat kemajuan. Ia mengingatkan bahwa setiap lompatan besar dalam sejarah pembangunan selalu diiringi pro dan kontra.

Sebagai refleksi, ia menyinggung kebijakan pembangunan jalan tol di era Soeharto. “Dulu banyak yang menolak, tapi waktu membuktikan—jalan tol menjadi tulang punggung mobilitas dan ekonomi. Papua juga butuh keberanian seperti itu hari ini,” ujarnya.

Di tengah dinamika dukungan dan kritik, satu hal menjadi jelas: proyek kereta api di Papua bukan sekadar proyek fisik, tetapi pertaruhan masa depan. Apakah Papua akan terus tertinggal dalam keterbatasan akses, atau berani melompat menuju konektivitas modern?

Golkar Papua telah menentukan sikap—mendukung penuh. Kini, bola ada di tangan seluruh rakyat Papua: ikut mendorong perubahan, atau tetap menjadi penonton di tanah sendiri. ( Penulis Jamaludin/Editor Vio)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *