Selamat Jalan Yoneda Tuamis: HYU Sampaikan Pesan Penghiburan Menyentuh di Tengah Isak Tangis

Keerom, Papua — Suasana duka menyelimuti Kampung Arso Kota, Kabupaten Keerom, Papua, saat keluarga besar Tuamis dan masyarakat setempat mengantarkan kepergian Yoneda Anita Tuamis (50), yang meninggal dunia pada Minggu, 25 Mei 2025, karena sakit.

Almarhumah Yoneda Anita Tuamis dikenal sebagai sosok berdedikasi yang mengabdi sebagai pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Keerom. Jenazah beliau dimakamkan pada Senin, 26 Mei 2025, dalam upacara pemakaman yang dilaksanakan secara Katolik dan dipimpin langsung oleh Pastor Fransiskus Kunan.

Rasa duka dan haru begitu terasa dalam ibadah pemakaman yang dihadiri keluarga besar, kerabat, serta berbagai elemen masyarakat. Perwakilan keluarga, Tomi Muyasin, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas segala bentuk dukungan—baik moril maupun materiil—yang telah diberikan. Ia juga menyampaikan penghargaan khusus kepada Pemerintah Kabupaten Keerom atas bantuannya sehingga pemakaman dapat terlaksana dengan lancar dan layak. “Semoga Tuhan yang Maha Kuasa membalas semua kebaikan itu,” ujarnya penuh haru.

Turut hadir dalam pemakaman tersebut, Ketua Umum Relawan MARI YO Mania sekaligus Ketua Umum Gercin Indonesia, Hendrik Yance Udam (HYU). Dalam wawancara bersama wartawan, HYU menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Yoneda Anita Tuamis.

“Saya mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan penghiburan, dan semoga roh almarhumah diterima di sisi Tuhan Yesus Kristus di surga,” ungkap HYU.

Dalam pernyataannya, HYU juga menyampaikan pesan rohani yang menyentuh hati.

Di tengah duka dan air mata, sering kali kita bertanya: Mengapa harus pergi? Namun firman Tuhan dalam Mazmur 116:15 berkata, ‘Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.’ Ini bukan sekadar penghiburan, tetapi pernyataan kasih yang mendalam. Tuhan menyaksikan sendiri helaan napas terakhir anak-anak-Nya. Mereka tidak hilang, mereka kini berada dalam pelukan Bapa.”

Pemakaman Yoneda Anita Tuamis bukan hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga refleksi kasih dan iman yang mempertemukan keluarga, sahabat, dan masyarakat dalam semangat penghiburan dan persaudaraan.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *