Jayapura . Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, secara resmi melantik Tim Percepatan Pembangunan dan Staf Khusus Gubernur Papua dalam sebuah prosesi khidmat yang digelar di Aula Lukemen, Lantai 9, Kantor Gubernur Papua, Rabu (14/1/2026) sore. Pelantikan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Papua dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan mempercepat realisasi program pembangunan di seluruh wilayah Tanah Papua.
Dalam sambutannya, Gubernur Fakhiri menegaskan bahwa keberadaan tim percepatan dan staf khusus bukan sekadar pelengkap struktur pemerintahan, melainkan motor penggerak perubahan yang harus bekerja langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Tim percepatan dan staf khusus dibentuk untuk membantu memastikan visi dan misi Papua Cerah dapat diwujudkan secara konkret, terarah, dan benar-benar dirasakan oleh rakyat,” tegas Gubernur.
Ia menambahkan, visi Papua Cerah diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Orang Asli Papua, penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, serta percepatan pembangunan di sektor infrastruktur, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan secara merata dan berkeadilan.
Menurut Fakhiri, kompleksitas tantangan pembangunan di Papua menuntut pola kerja yang cepat, kolaboratif, dan inovatif.
“Saya tidak ingin tim ini hanya menjadi formalitas. Turunlah ke lapangan, dengarkan aspirasi masyarakat, dan hadirkan solusi nyata. Setiap langkah harus berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat Papua,” ujarnya dengan nada tegas.
Gubernur juga mengingatkan para Staf Khusus agar senantiasa menjaga integritas, loyalitas, dan profesionalisme dalam menjalankan amanah, serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, dan masyarakat di tingkat akar rumput.
HYU: Amanah Ini Bukan Tentang Jabatan, Tapi Tentang Pengabdian
Salah satu Staf Khusus yang dilantik, Hendrik Yance Udam (HYU), menyampaikan rasa syukur dan komitmennya melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Kamis (15/1/2026).
“Dengan penuh rasa syukur dan kerendahan hati, saya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Papua, Bapak Matius Fakhiri, Wakil Gubernur Papua, Bapak Aryoko Rumaropen, serta Sekretaris Daerah Papua, Bapak Christian Sohilait, atas kepercayaan dan amanah besar yang diberikan kepada saya dan 11 putra terbaik Papua lainnya,” tulis HYU.
Ia menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal pengabdian yang sesungguhnya bagi Tanah Papua dan seluruh rakyatnya.
“Momen ini bukan tentang kehormatan pribadi, tetapi tentang tanggung jawab besar untuk hadir, bekerja, dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan rakyat Papua,” tegasnya.
HYU menjelaskan bahwa pelantikan dilakukan berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 11 Tahun 2013, yang menjadi landasan hukum sekaligus moral dalam menjalankan tugas sebagai Staf Khusus Gubernur Papua.
Lebih lanjut, ia menyatakan komitmennya untuk menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat. “Kami ingin menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat, dari pesisir hingga pegunungan, dari kota hingga kampung-kampung terpencil. Suara rakyat harus didengar, persoalan harus dipahami, dan solusi harus dihadirkan,” ungkapnya.
Optimisme Wujudkan Papua Cerah
HYU juga menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan merupakan panggilan pengabdian untuk memperkuat persatuan dan mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada keadilan dan kemajuan Papua.
“Inilah langkah kecil kami dalam pengabdian besar untuk Tanah Papua—tanah yang kami cintai, tanah yang kami perjuangkan, dan tanah yang masa depannya ingin kami bangun bersama,” tulisnya.
Acara pelantikan tersebut turut dihadiri oleh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan. Pemerintah Provinsi Papua optimistis, kehadiran Tim Percepatan dan Staf Khusus akan memperkuat pelaksanaan program prioritas dan mempercepat terwujudnya visi Papua yang damai, maju, sejahtera, dan bermartabat. ( Penulis Jamaludin/Editor Vio)














