Komitmen Transformasi Papua Cerah: Gubernur Matius Derek Fahkiri Resmikan Unit Dialisis BLUD RSUD Abepura

Jayapura – Gubernur Papua, Matius Derek Fahkiri, secara resmi meresmikan Unit Dialisis (Hemodialisa) BLUD RSUD Abepura pada Senin, 16 Maret 2026. Peresmian fasilitas layanan kesehatan tersebut menjadi langkah penting Pemerintah Provinsi Papua dalam meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat, khususnya bagi pasien yang menderita penyakit ginjal kronis.

Acara peresmian berlangsung di lingkungan RSUD Abepura dan dihadiri oleh Direktur rumah sakit, perwakilan dari RSJ Abepura, jajaran dari RSUD Dok II Jayapura, tenaga medis, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Papua menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terselenggaranya peresmian fasilitas kesehatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran unit hemodialisa ini merupakan momentum penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Tanah Papua.

Menurutnya, penyakit ginjal kronis saat ini menjadi salah satu tantangan kesehatan yang terus meningkat, termasuk di Papua. Pasien dengan gagal ginjal stadium lanjut membutuhkan terapi pengganti ginjal berupa hemodialisa atau cuci darah secara rutin agar dapat mempertahankan kualitas hidup mereka.

“Kehadiran unit hemodialisa yang representatif, aman, dan berkualitas ini diharapkan dapat meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Pasien tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan cuci darah,” ujar Gubernur.

Ia juga menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan pilar penting dalam pembangunan daerah, sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua untuk mewujudkan transformasi Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis.

Transformasi Papua yang cerdas, lanjutnya, diwujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat layanan kesehatan modern berbasis ilmu pengetahuan dan didukung tenaga medis profesional. Sementara Papua yang sejahtera berarti seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, dapat memperoleh layanan kesehatan yang layak dan berkualitas.

Adapun konsep Papua yang harmonis tercermin melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah daerah, lembaga pendidikan hingga masyarakat dalam membangun sistem kesehatan yang kuat dan berkelanjutan.

Gubernur juga berharap Unit Hemodialisa di RSUD Abepura tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan medis, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi pasien dan keluarga dalam memahami pengelolaan penyakit ginjal kronis, menjaga pola hidup sehat, serta meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses perencanaan, pembangunan, pengadaan peralatan medis, serta penyiapan tenaga kesehatan untuk mengoperasikan unit tersebut.

“Kepada para tenaga kesehatan yang bertugas di unit ini, saya berpesan agar selalu memberikan pelayanan profesional dengan penuh empati dan menjunjung tinggi etika medis. Setiap pasien yang datang bukan hanya membutuhkan tindakan medis, tetapi juga harapan, semangat, dan perhatian,” pesannya.

Dengan diresmikannya Unit Dialisis BLUD RSUD Abepura, Pemerintah Provinsi Papua berharap semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih baik, khususnya bagi pasien gagal ginjal.

Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan harapan hidup serta kualitas hidup pasien dan keluarga mereka di Papua.

Menutup sambutannya, Gubernur Papua menyampaikan pantun penuh makna:

Pergi ke hutan melihat rusa,

Singgah sebentar di tepi telaga.

Unit dialisis kini tersedia,

Untuk kesehatan masyarakat Papua.

Burung cenderawasih terbang ke rawa,

Hinggap indah di dahan cerah.

Masyarakat sehat Papua sejahtera.

Gubernur kemudian secara resmi menyatakan dibukanya Unit Dialisis BLUD RSUD Abepura, seraya berharap fasilitas tersebut menjadi berkah dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Papua.( Penulis Jamaludin/Editor Vio)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *