Jayapura, Sebagai wadah partisipasi publik, penyalur aspirasi rakyat, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pembangunan, Organisasi Kemasyarakatan Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (Gercin Indonesia ) melakukan audiensi dengan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) pada Kamis, 8 Januari 2026.
Audiensi tersebut berlangsung di Kantor BP3OKP Lantai 4 Gedung Badan Keuangan Negara (BKN), Kota Jayapura. Rombongan Gercin Indonesia dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (Dpn Gercin Indonesia ) , Hendrik Yance Udam (HYU), bersama sejumlah pimpinan Gercin Indonesia dari berbagai wilayah di Tanah Papua, di antaranya Ketua Dpd Gercin Indonesia Provinsi Papua , Ketua Dpd Gercin Indonesia Provinsi Papua Tengah, Ketua Gercin Indonesia Provinsi Papua Pegunungan,, Ketua Dpc Gercin Indonesia Kabupaten Yahukimo, Ketua Dpc Gercin Indonesia Kabupaten Biak,Ketua Dpc Gercin Indonesia Kota Jayapura,Ketua Dpc Gercin Indonesia Kabupaten Jayapura dan kabupaten Keerom
Kehadiran jajaran Gercin Indonesia diterima langsung oleh Koordinator BP3OKP Provinsi Papua, Pdt. Albert Yoku, S.Th, bersama jajaran BP3OKP.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif, Pdt. Albert Yoku menekankan pentingnya peran generasi muda potensial Orang Asli Papua (OAP) sebagai garda terdepan dalam mengawal Dana Otonomi Khusus (Otsus) agar benar-benar berbasis budaya dan tepat sasaran demi percepatan pembangunan di Tanah Papua.
Menurutnya, pengalaman beberapa tahun lalu harus menjadi pelajaran agar dana Otsus tidak lagi jatuh ke “tempat yang salah”. Oleh karena itu, ia mengajak pemuda dan masyarakat OAP yang memiliki potensi untuk kembali ke kampung, mengelola sumber daya alam secara produktif, baik melalui kelompok maupun secara individu, guna meningkatkan ekonomi keluarga.
“Saatnya pemuda dan rakyat asli Papua kembali ke kampung, mengolah lahan dan sumber daya alam yang ada sebagai sumber penghidupan. Semua usaha produktif itu akan kami dukung melalui Dana Otonomi Khusus yang diberikan Pemerintah Pusat melalui Presiden Prabowo Subianto, serta disalurkan lewat gubernur, bupati, dan wali kota di Tanah Papua, demi kesejahteraan Orang Asli Papua,” ungkap Pdt. Albert Yoku.
Sementara itu, Ketua Umum Dpn Gercin Indonesia, Hendrik Yance Udam ( HYU) , menegaskan komitmen organisasinya sebagai ormas nasional yang dipimpin oleh Anak Asli Papua untuk mendukung dan mengawal penuh program Presiden Prabowo Subianto melalui BP3OKP, khususnya terkait peruntukan Dana Otsus.
HYU juga menegaskan bahwa Dana Otsus harus benar-benar menyentuh kebutuhan dasar rakyat Papua.
“Jangan lagi ada Orang Asli Papua yang meninggal karena tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Jangan ada lagi OAP yang tertinggal pendidikan, tidak mendapatkan pekerjaan yang memadai, hanya menjadi penonton di negeri sendiri, atau kesulitan modal usaha untuk mengembangkan potensi ekonominya,” tegas HYU kepada awak media usai pertemuan.
Ia menambahkan, Gercin Indonesia siap menjadi mitra kritis dan konstruktif BP3OKP dalam memastikan Dana Otsus dikelola secara transparan, akuntabel, dan berpihak sepenuhnya pada kesejahteraan Orang Asli Papua. ( Penulis Jamaludin/Editor Vio )














