Berita  

BTM Tak Layak Pimpin Papua, Gerson Hassor Ungkap Dosa Lama Sang Cagub

Jayapura,  Suasana politik Papua kembali memanas menjelang PSU Pilgub 6 Agustus mendatang. Kali ini, pernyataan mengejutkan datang dari tokoh adat Port Numbay, Kepala Suku Besar Tobati, Gerson Hassor, yang secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap pencalonan Benhur Tomi Mano (BTM) sebagai Gubernur Papua.

Di temui di Swis-Belhotel Jayapura, (21/7/2025) Gerson Hassor menegaskan bahwa selama dua periode menjabat sebagai Wali Kota Jayapura, BTM tidak pernah mengangkat atau mengkaderkan satu pun anak Tobati untuk menduduki jabatan strategis di pemerintahan. Padahal, menurutnya, banyak anak Tobati yang memiliki kapasitas dan kualifikasi.

“Selama 10 tahun dia jadi Wali Kota, tidak satu pun anak Tobati yang dikaderkan. Padahal kampung halamannya sendiri di Tobati. Ini bentuk pengingkaran terhadap akar budayanya,” tegas Gerson.

Tak berhenti di situ, Gerson juga mengungkapkan kekecewaan karena para kepala suku dan ondoafi di Port Numbay pernah ditolak bertemu oleh BTM saat menjabat. Bahkan, kata Gerson, mereka sempat dilabeli “anak biskuit” — ungkapan yang dianggap merendahkan.

“Dia sebut kami ‘anak biskuit’. Itu penghinaan. Kami kepala suku dan ondoafi bukan figuran politik. Kalau kami saja ditolak, apalagi rakyat biasa?” ujar Gerson geram.

Lebih jauh, Gerson menyebut karakter BTM sebagai pendendam dan arogan, tidak layak memimpin Papua.

“Dia bukan turunan ondoafi. Kampung halamannya saja tidak dibangun selama 10 tahun. Bagaimana bisa dipercaya untuk bangun Papua?” katanya lantang.

HYU: Ini Masalah Besar, Rakyat Papua Harus Tahu

Ketua Umum Relawan Mari Yo Mania, Hendrik Yance Udam (HYU), saat di minta tanggapanya, menyesalkan sikap BTM yang dinilainya telah menyakiti para pemangku adat di tanah kelahirannya sendiri.

“Ini masalah besar. Para kepala suku dan ondoafi ditolak bertemu BTM saat jadi wali kota. Tidak ada kaderisasi untuk anak-anak Tobati dan Port Numbay. Bagaimana mungkin rakyat bisa percaya padanya sebagai Gubernur?” ucap HYU.

HYU menyerukan kepada seluruh rakyat Papua untuk memilih pemimpin yang rendah hati dan berpihak pada rakyat.

“Saya ajak masyarakat Papua, mari kita pilih pemimpin sejati. Matius Derek Fakhiri dan Aryoko Rumaropen adalah dua anak Papua yang terbukti rendah hati dan punya visi besar untuk bangun tanah ini,” seru HYU..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *