Dari Penantian ke Kemenangan: Golkar Papua Sambut Era Baru di Bawah MDF

Jayapura — Momentum bersejarah akhirnya tiba bagi Partai Golkar di Tanah Papua. Setelah lebih dari dua dekade penantian, kader terbaik partai berlambang pohon beringin kini memimpin Papua. Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa kehadiran Matius Derek Fakhiri (MDF) sebagai Gubernur Papua adalah jawaban atas penantian panjang tersebut.

Pernyataan itu disampaikan dalam orasi politiknya saat menghadiri pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Papua periode 2025–2030 di Abepura Youth Kreatif, Sabtu (25/4/2026). Dalam pidatonya, Bahlil mengingatkan bahwa terakhir kali Papua dipimpin oleh kader Golkar adalah pada era almarhum Jaap Salossa.

“Lebih dari 20 tahun kita menunggu. Hari ini, penantian itu terjawab. MDF adalah kebanggaan kita semua,” tegas Bahlil di hadapan ratusan kader dan simpatisan.

Menurutnya, terpilihnya MDF bukan sekadar kemenangan politik, melainkan simbol kebangkitan Golkar di Papua. Ia menilai kepemimpinan MDF menjadi bukti bahwa konsistensi kader dalam membangun kekuatan politik akhirnya membuahkan hasil nyata.

Sementara itu, Kepala Biro Informasi, Komunikasi, dan Penggalangan Opini DPD Partai Golkar Papua, Hendrik Yance Udam (HYU), menyampaikan bahwa keberhasilan MDF menjadi Gubernur Papua merupakan buah dari perjuangan panjang yang tidak mudah.

“Ini bukan sekadar proses politik biasa. Ini adalah pergumulan panjang, air mata, dan doa dari kader Golkar selama lebih dari 20 tahun. Bahkan ada kader yang sudah berpulang sebelum melihat hari ini,” ungkap HYU.

HYU menegaskan bahwa kehadiran MDF membawa harapan baru bagi masyarakat Papua. Ia menyebut visi besar “Papua Cerah” yang diusung MDF menjadi arah baru pembangunan yang berfokus pada kesejahteraan rakyat.

“Bagi kami, MDF adalah jawaban doa. Ini bukan hanya kemenangan partai, tapi kemenangan masyarakat Papua yang rindu perubahan,” lanjutnya.

Dengan posisi strategis sebagai Gubernur Papua sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Papua, MDF diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan yang kuat, berintegritas, dan berpihak kepada rakyat. Konsep karya kekaryaan yang menjadi ciri khas Golkar diyakini akan menjadi fondasi dalam mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan di seluruh Tanah Papua.

Di tengah dinamika politik yang terus berkembang, satu hal menjadi jelas: bagi kader Golkar Papua, penantian panjang itu kini telah menemukan jawabannya. ( Penulis Hengky Bagre/ Editor Vio/Jamaludin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *