HYU Dukung Komisi X DPR RI: Anggaran Kepemudaan Harus Ditingkatkan Demi Masa Depan Indonesia

Jakarta. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan pentingnya peningkatan anggaran di bidang kepemudaan sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi Indonesia. Menurutnya, investasi terhadap pemuda tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi, tetapi juga harus memperkuat karakter, etika, moral, wawasan kebangsaan, serta jiwa kepemimpinan.

Pernyataan tersebut disampaikan usai Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang membahas Laporan Keuangan APBN Tahun Anggaran 2025 di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (GERCIN Indonesia), Hendrik Yance Udam (HYU), saat dihubungi melalui telepon seluler pada Senin (20/7/2026), menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah Komisi X DPR RI.

“Kami memberikan dukungan penuh terhadap langkah strategis Komisi X DPR RI dalam memperjuangkan peningkatan anggaran kepemudaan. Membangun generasi muda bukan sekadar program pemerintah, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menentukan arah dan masa depan bangsa Indonesia.”

HYU menegaskan bahwa Indonesia sedang memasuki era bonus demografi yang harus dimanfaatkan dengan kebijakan yang berpihak kepada generasi muda.

“Bonus demografi tidak akan menjadi berkah apabila negara tidak berani berinvestasi pada pemuda. Karena itu, kami mendorong agar pemerintah mengalokasikan anggaran yang lebih besar, bahkan hingga 20 persen dari APBN, untuk penguatan sektor kepemudaan, pendidikan karakter, peningkatan kapasitas, kewirausahaan, inovasi, serta pembinaan organisasi kepemudaan.”

Lebih lanjut, HYU menilai bahwa organisasi kemasyarakatan yang memiliki semangat kebangsaan juga harus mendapat perhatian serius dari negara karena memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat dan menjaga persatuan bangsa.

“Ormas-ormas nasional yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan semangat kebangsaan sudah selayaknya mendapatkan dukungan nyata dari negara melalui APBN. Organisasi kemasyarakatan adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun karakter bangsa, memperkuat persatuan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke.”

Menurut HYU, dukungan anggaran kepada organisasi kemasyarakatan bukan sekadar bentuk bantuan, tetapi merupakan investasi sosial yang akan melahirkan generasi muda yang berintegritas, nasionalis, produktif, dan memiliki daya saing global.

“Negara yang kuat lahir dari pemuda yang berkarakter. Pemuda yang berkarakter lahir dari pembinaan yang berkelanjutan. Dan pembinaan yang berkelanjutan membutuhkan keberpihakan anggaran. Karena itu, sudah saatnya pembangunan manusia menjadi prioritas utama dalam APBN Indonesia.”»

HYU,berharap pemerintah bersama DPR RI terus memperkuat kebijakan yang berpihak kepada generasi muda agar Indonesia mampu memanfaatkan bonus demografi sebagai kekuatan menuju Indonesia Emas 2045. ( Penulis Jamaludin/Edtor Viao )

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *