Jayapura, Sorotan tajam datang dari tokoh intelektual Kabupaten Waropen, Provinsi Papua, Petrus Kristofel Maniburi, yang secara tegas mendesak pembubaran Panitia Seleksi (Pansel) DPRK kursi pengangkatan. Dalam rilis resmi yang diterima redaksi pada Selasa (25/5), Maniburi menilai pansel telah gagal menjaga asas keadilan dan sarat praktik nepotisme.
“Kami meminta pembubaran Pansel DPRK Kabupaten Waropen dan dilakukan seleksi ulang secara transparan dan adil,” tegasnya.
Maniburi memberikan apresiasi kepada Bupati Kabupaten Waropen atas sikap responsifnya terhadap aspirasi masyarakat yang menolak pelantikan DPRK kursi pengangkatan karena dianggap tidak adil dan tidak merepresentasikan keterwakilan yang layak.
“Kami bangga dan berterima kasih kepada Bapak Bupati yang sudah menunjukkan keberpihakan pada suara rakyat. Kami berharap langkah tegas ini berlanjut hingga pembentukan pansel baru yang bebas dari praktik nepotisme,” lanjutnya.
Petrus juga menyoroti indikasi kuat adanya konflik kepentingan dalam proses seleksi, di mana salah satu anggota pansel diduga memaksakan pengangkatan anaknya sendiri sebagai anggota DPRK. “Ini adalah bentuk penyalahgunaan jabatan yang tidak bisa ditolerir,” tegasnya.
Ia menyerukan agar seluruh elemen masyarakat—tokoh adat, tokoh pemuda, mahasiswa, dan intelektual—bersatu untuk mendesak perubahan dan mengawal proses ini.
“Jika seleksi dibatalkan, maka kami meminta Bupati segera menyurati PJ Gubernur Papua untuk membubarkan pansel lama dan membentuk tim seleksi baru yang lebih kredibel, profesional, dan menjunjung tinggi nilai keterwakilan serta bersih dari KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme),” ujarnya.
Lebih lanjut, Petrus menekankan pentingnya DPRK sebagai lembaga representasi rakyat yang seharusnya diisi oleh figur yang memiliki integritas dan kecakapan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat adat Waropen.
“Kami menanti kepastian dari pernyataan Bupati dalam apel pada Senin, 19 Mei 2025. Jangan sampai DPRK menjadi alat kepentingan segelintir orang, tapi harus menjadi bukti kepercayaan rakyat yang sesungguhnya,” tutupnya.












