Jayapura – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan Papua, David Herold Waromi, mendorong lahirnya pengusaha minyak dan gas (migas) dari kalangan anak asli Papua sebagai langkah strategis memutus mata rantai kemiskinan di atas tanah yang kaya sumber daya alam ini.
Dalam keterangannya di Jayapura, Senin (24/2/2026), Waromi menegaskan bahwa Tanah Papua dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, mulai dari minyak bumi, gas, tembaga, emas, hingga nikel. Namun, menurutnya, sudah saatnya anak-anak asli Papua tidak hanya menjadi penonton, tetapi tampil sebagai pelaku utama dalam pengelolaan sumber daya tersebut.
“Saya ingin mendorong agar ada pengusaha asli Papua yang memiliki izin dan kapasitas untuk mengelola usaha-usaha migas serta tambang di negeri ini. Kita harus memutus rantai kemiskinan di atas tanah Papua. Jangan sampai orang Papua terus-menerus menjadi tamu di negerinya sendiri,” tegas Waromi.
Ia menekankan bahwa generasi saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk menyiapkan “karpet merah” bagi generasi berikutnya. Baginya, perjuangan hari ini bukan semata untuk kesejahteraan sekarang, tetapi untuk memastikan anak cucu Papua tidak lagi mewarisi kemiskinan.
“Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kita harus berjuang bersama sesuai kemampuan kita masing-masing demi Tanah Papua tercinta,” ujarnya penuh semangat.
Di tempat yang sama, Staf Khusus Gubernur Papua, Hendrik Yance Udam (HYU), menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas gagasan tersebut. Ia menyebut pemikiran Waromi sebagai langkah visioner yang lahir dari kepekaan dan kepedulian terhadap masa depan orang asli Papua.
“Saya memberikan penghormatan terbaik atas ide-ide cerdas Bapak Senator. Ini adalah gagasan besar yang sangat visioner. Anak-anak asli Papua harus bisa menjadi pengusaha migas, baik di tingkat lokal maupun nasional. Mereka harus menjadi tuan di atas negerinya sendiri,” kata HYU.
Menurutnya, dorongan tersebut bukan sekadar wacana ekonomi, tetapi juga panggilan moral dan spiritual untuk membangun kemandirian serta martabat masyarakat Papua.
“Ini adalah ide cemerlang, hikmat yang berasal dari Tuhan. Kami memberikan dukungan penuh untuk perjuangan menjadikan anak asli Papua sebagai pengusaha migas di Tanah Papua,” tegasnya.
Gagasan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi berbasis kemandirian, di mana sumber daya alam Papua dikelola secara lebih adil dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat asli setempat. ( Penulis Jamaludin/Editor Vio)














