Jayapura. Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (Dpn Gercin Indonesia), Hendrik Yance Udam (HYU), bersama jajaran pengurus melakukan audiensi dengan Kepala Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) di Lantai 4 Gedung Keuangan Negara, Kota Jayapura, Kamis (8/1/2026).
Audiensi tersebut dilaksanakan dalam rangka melaporkan secara resmi hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gercin Indonesia yang telah digelar di 6 provinsi dan 42 kabupaten/kota se-Tanah Papua.
Dalam pertemuan itu, HYU didampingi oleh Ketua DPD Gercin Indonesia Provinsi Papua, Ketua DPD Provinsi Papua Tengah, Ketua DPD Provinsi Papua Pegunungan, serta para Ketua DPC dari Kabupaten Yahukimo, Biak Numfor, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Supiori.
Rombongan Gercin Indonesia diterima langsung oleh Ketua BP3OKP, Pdt. Alberth Yoku, ST., H., bersama empat pimpinan Kelompok Kerja (Pokja), yakni Papua Sehat, Papua Cerdas, Papua Produktif, dan Papua Polhukam. Pertemuan berlangsung hangat, terbuka, dan penuh makna.
Dalam penyampaiannya, HYU menegaskan bahwa sebagai organisasi kemasyarakatan nasional, GERCIN Indonesia memandang penting adanya sinergi antara masyarakat sipil dan pemerintah dalam mengawal serta menyukseskan pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua.
“Melalui Rakornas Gercin Indonesia yang melibatkan 6 provinsi dan 42 kabupaten/kota se-Tanah Papua, kami menghimpun berbagai aspirasi, rekomendasi, serta pokok-pokok pikiran strategis yang bersumber langsung dari kondisi riil masyarakat Papua. Aspirasi ini perlu kami sampaikan secara resmi kepada BP3OKP sebagai lembaga negara yang berperan dalam percepatan pembangunan Otsus Papua,” ujar HYU.
HYU menjelaskan, maksud dan tujuan audiensi tersebut antara lain:
Melaporkan secara resmi hasil Rakornas GERCIN Indonesia.
Menyampaikan aspirasi, masukan, dan rekomendasi strategis masyarakat Papua terkait pelaksanaan Otsus.
Memperkuat komunikasi dan koordinasi antara Gercin Indonesia dan BP3OKP dalam pengawalan kebijakan pembangunan Papua.
Sementara itu, tujuan utama audiensi diarahkan untuk:
Mendorong optimalisasi pelaksanaan Otonomi Khusus Papua agar tepat sasaran, transparan, dan berpihak kepada Orang Asli Papua (OAP).
Menjadikan hasil Rakornas Gercin Indonesia sebagai bahan pertimbangan kebijakan bagi BP3OKP.
Membangun kemitraan strategis antara Gercin Indonesia dan BP3OKP sebagai wadah partisipasi publik dalam pembangunan Papua.
Mengawal keterlibatan aktif masyarakat dan OAP dalam perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan program pembangunan yang bersumber dari dana Otsus, APBD, maupun APBN.
Menegaskan komitmen Gercin Indonesia sebagai mitra kritis dan konstruktif pemerintah dalam menjaga keutuhan NKRI dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Papua.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah demi percepatan pembangunan Papua yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. ( Penulis Jamaludin/Editor Vio )














