Jayapura.Fakta Harian.Com – Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua, Boy Markus Dawir ( BMD), menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi isu identitas dalam Pilkada Provinsi Papua, khususnya terkait calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub). Dalam wawancara eksklusif di kediamannya di Hanyaan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, pada Jumat (4/3), BMD dengan tegas menyatakan bahwa siapa saja yang memenuhi syarat hukum berhak mencalonkan diri, tanpa memandang suku atau agama.
“Tidak ada aturan yang mengharuskan Cagub dan Cawagub berasal dari suku Tabi-Saireri atau wilayah adat tertentu. Ini adalah sebuah kesalahpahaman besar yang harus diluruskan,” ujarnya. Boy mencontohkan, di Kabupaten Jayapura, Bupati yang terpilih bukanlah orang Sentani asli, begitu juga di Kabupaten Waropen yang dipimpin oleh Bupati non-pribumi daerah tersebut.
BMD menegaskan bahwa selama memenuhi syarat Undang-Undang Otsus, yaitu memiliki darah asli Papua, siapa pun bisa mencalonkan diri sebagai kepala daerah di Papua. Ia juga mengingatkan bahwa Pasal 1 Undang-Undang Otsus No 1 Tahun 2021 memberikan ruang bagi siapa saja yang memiliki orang tua asli Papua untuk maju sebagai calon.
BMD sangat menyayangkan masih banyaknya pihak yang mencoba memanaskan situasi dengan isu politik identitas, baik itu suku maupun agama. Menurutnya, sudah saatnya masyarakat Papua fokus pada pembangunan, bukan mempersoalkan latar belakang calon.
“Ini bukan lagi waktunya untuk berbicara soal agama atau suku. Yang penting adalah bagaimana kita bisa memajukan Papua dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” tegas BMD.
Sebagai contoh, ia memuji Provinsi Maluku Utara yang memilih gubernur Katolik meskipun mayoritas warganya Muslim, serta Kota Manado yang memilih walikota Konghucu meski mayoritas penduduknya Kristen. BMD mengingatkan bahwa hal ini menunjukkan bahwa identitas bukanlah faktor penentu dalam pemilihan kepala daerah yang sukses.
Di tengah ketegangan politik, BMD juga mengingatkan para tim sukses dan pendukung calon untuk lebih cerdas dan menjaga kedamaian. “Hindari perpecahan di media sosial dengan fitnah dan opini yang tidak berdasar. Mari fokus pada visi, misi, dan program unggulan yang ditawarkan oleh calon gubernur dan wakil gubernur,” tambahnya.
BMD berharap, dengan mengedepankan pembangunan dan persatuan, Papua dapat menjalani proses Pilkada yang damai dan menghasilkan pemimpin yang dapat membawa perubahan nyata bagi rakyat. “Mari jaga Papua dengan baik, aman, dan damai untuk Pemungutan Suara Ulang Agustus mendatang,” pungkasnya.














