Dari Pelabuhan Jayapura, Teriakan Ini Menggema, ‘Kami Pilih MARI YO

Jayapura, Langit malam di atas Pelabuhan Jayapura bersinar berbeda. Sabtu malam itu bukan malam biasa. Ribuan rakyat dari berbagai sudut Tanah Tabi memadati pelabuhan sejak sore, menanti sosok yang kini menjadi harapan baru bagi Bumi Cenderawasih , Calon Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri (MDF).

Setelah lebih dari dua minggu mengarungi perairan wilayah adat Saireri, menyusuri kampung-kampung terpencil di Biak, Supiori, Kepulauan Yapen, dan Waropen, MDF akhirnya tiba kembali ke Tanah Tabi. Ia tak hanya membawa lelah dari perjalanan jauh, tapi juga membawa harapan, air mata haru, dan cerita-cerita rakyat yang selama ini terlupakan.

Tepat pukul  20.00 WIT, kapal cepat yang membawa MDF bersandar di pelabuhan. Sebelum turun, suasana mendadak hening. Evangelis Frans Rumbino menaikkan doa syukur, menggetarkan hati semua yang hadir.

Dengan suara bergetar, ia mengajak ribuan massa menyanyikan lagu penyembahan yang menyentuh jiwa:

Dari semula t’lah Kau tetapkan, hidupku dalam tangan-Mu

Semua baik, sungguh teramat baik…

Kau jadikan hidupku berarti.

Air mata jatuh tanpa bisa ditahan. Tangisan bukan karena duka, tapi karena harapan yang selama ini nyaris padam, kini menyala kembali.

Lagu itu menjadi pengikat spiritual, menyatukan ribuan hati yang haus akan pemimpin yang benar-benar hadir dan mendengar.

Begitu MDF dan istri tercinta menginjakkan kaki di tanah Jayapura, sorak-sorai membahana, diiringi tarian adat yang mengguncang pelabuhan. Suasana penuh kasih, haru, dan sukacita meledak seperti letusan rindu rakyat kepada sosok pemimpin sejati.

“Saya bersyukur kepada Tuhan  yang telah melindungi pelayaran kami selama dua minggu terakhir. Lautan tenang, perjalanan lancar, semua karena kasih Tuhan. Saya datang bukan hanya membawa janji, tapi membawa suara rakyat dari pelosok kampung yang haus akan keadilan dan perhatian,” ujar MDF dengan mata berkaca-kaca.

Turut hadir dalam penjemputan ini, tokoh-tokoh penting dari Papua dan Papua Barat Daya, seperti Maikel Kambuaya, Boy Markus Dawir (BMD), serta Ketua Umum Relawan MARI YO Mania, Hendrik Yance Udam (HYU). Para tokoh adat, pemuda, dan partai-partai dari Koalisi Papua Cerah juga hadir memberikan dukungan penuh.

Ketua Umum Relawan MARI YO MANIA Hendrik Yance Udan (HYU) dengan singkat  mengatakan,MDF bukan sekadar calon gubernur. Ia telah membuktikan bahwa seorang pemimpin sejati adalah mereka yang menyentuh tanah, merasakan lumpur kampung, dan mendengar bisikan rakyat di hutan-hutan sunyi.

Malam itu, Tanah Tabi menyambut putra terbaiknya bukan dengan gegap gempita semata, tapi dengan air mata cinta, lagu syukur, dan pelukan harapan.

Papua telah bicara:

“MARI YO bukan sekadar gerakan politik. Ini adalah gerakan hati.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *