Jayapura.Momen penuh haru dan semangat kebersamaan mewarnai kunjungan Calon Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri (MDF), dalam program Minggu Kasih yang digelar Minggu (01/06). Tur silaturahmi rohani ini menyentuh hati jemaat di lima gereja besar di Jayapura, termasuk GPDP Mahanain Padang Bulan, yang menjadi titik perhatian khusus dalam perjalanan MDF hari itu.
Disambut penuh sukacita meski ibadah telah usai, kehadiran MDF di GPDP Mahanain tidak hanya meninggalkan kesan mendalam, tetapi juga deklarasi penting dari tokoh gereja setempat. Benny Suweni, anggota Majelis Rakyat Papua sekaligus pengurus gereja, menyampaikan penghormatan luar biasa dengan menyebut MDF sebagai “Kaka Tuan” — gelar yang sarat makna dan kehormatan dalam budaya Papua.
“Sebutan ‘Kaka Tuan’ adalah bentuk penghormatan tertinggi bagi putra asli Papua yang layak menjadi tuan atas tanah, air, dan seluruh masyarakat Papua. Dan Matius D. Fakhiri adalah sosok itu—pemimpin besar yang akan membawa perubahan nyata di tanah ini,” tegas Benny.
Menurutnya, istilah “Kaka Tuan” lebih dari sekadar penghargaan kultural. Ini adalah pengakuan terhadap kepemimpinan sejati yang lahir dari komitmen, integritas, dan kedekatan spiritual. Benny bahkan menambahkan bahwa MDF bukanlah sosok asing bagi GPDP Mahanain, melainkan bagian dari keluarga besar gereja sejak menjabat sebagai Dansat Brimob hingga menjadi Kapolda Papua.
“MDF bukan hanya datang membawa janji. Ia datang membawa kasih, aksi, dan harapan. Ia hadir bukan sekadar sebagai calon gubernur, tapi sebagai simbol kasih yang menembus sekat perbedaan,” imbuhnya penuh haru.
Sebagai bentuk nyata kepeduliannya, MDF turut memberikan tali kasih sebesar Rp500 juta untuk lima gereja di Jayapura yang masih dalam proses pembangunan, termasuk GPDP Mahanain. Sumbangan ini menjadi simbol semangat persatuan dan iman, yang menurut MDF adalah landasan kuat untuk membangun Papua ke arah yang lebih baik.
Kunjungan MDF juga disambut hangat oleh kaum muda gereja. Otniel Deda, Ketua Himpunan Pemuda Papua dan juga jemaat GPDP Mahanain, menyatakan bahwa kehadiran MDF di gereja mencerminkan sosok pemimpin yang melintasi batas agama, suku, dan golongan.
“MDF telah menunjukkan bahwa pemimpin sejati adalah milik semua. Ia memberi inspirasi, bukan hanya dengan kata-kata, tapi melalui teladan hidupnya,” ujar Otniel.
Ia bahkan menambahkan, bila kelak MDF terpilih menjadi Gubernur Papua, maka gereja GPDP Mahanain berharap dialah yang akan meresmikan gedung mereka—sebagai simbol kasih dan perjalanan iman bersama rakyat Papua.
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar sekaligus Ketua Tim Pemenangan MARI_YO, Jakob Inggratubun, mengapresiasi penyambutan hangat yang diberikan kepada MDF dan tim. Ia menegaskan bahwa ini adalah awal dari silaturahmi panjang antara MDF dan masyarakat Papua, bukan sekadar kunjungan politik sesaat.
MDF sendiri menutup kegiatan Minggu Kasih itu dengan pesan penuh ketulusan:
“Jangan lihat besar kecilnya pemberian, tetapi lihat niat tulus kami membangun rumah Tuhan. Sebab hanya dengan iman yang kuat, kita bisa bangun Papua yang lebih baik.”
Dengan semangat kasih yang menembus perbedaan, Matius D. Fakhiri terus membuktikan bahwa ia bukan hanya calon gubernur, tapi calon pemimpin besar – seorang Kaka Tuan sejati bagi seluruh rakyat Papua.














