Berita  

Ditinggal Loyalis, BTM CK Terpukul, Jaranan dan Barong Tarian Kemenangan untuk MARI YO

Biak, Gelombang pengkhianatan politik terhadap pasangan BTM-CK semakin tak terbendung! Setelah benteng relawan mereka runtuh di Keerom, kini giliran Kabupaten Biak menjadi saksi sejarah: Relawan Jawa Biak resmi cabut dukungan dan menyatakan kesetiaan penuh kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 2, Matius Derek Fakhiri – Aryoko Rumaropen (MARI YO).

Gerbong demi gerbong pecah! Satu persatu relawan BTM-CK membelot dan memilih meninggalkan kapal yang dinilai sudah karam sebelum berlayar. Jika sebelumnya 17 marga besar di Biak menyatakan dukungan untuk MARI YO, kali ini Paguyuban Jawa Biak yang sebelumnya loyal kepada BTM-CK akhirnya menyadari: Rakyat butuh pemimpin sejati, bukan penabur janji dan pemecah persatuan.

Dalam pernyataan mengejutkan saat peresmian Posko Pemenangan MDF AR yang dihadiri langsung oleh MDF dan istri tercinta Eva M. Fakhiri, Ketua Relawan Jawa Biak Ahmad Saijudin tegas mengatakan:

“Kami sadar dan buka mata! Bukan janji yang kami cari, tapi pemimpin yang merakyat, rendah hati, tidak memecah belah, dan tahu cara menyatukan Papua yang majemuk ini.”

Atraksi Jaranan dan Tari Barong, penyambutan adat Jawa yang meriah, mengiringi deklarasi dukungan tersebut. Sang Jenderal MDF terlihat gagah mengenakan blankon dan busana adat Jawa, berjalan mantap ke atas panggung diiringi gemuruh yel-yel relawan Jawa Biak yang kini siap tempur memenangkan MARI YO di Biak!

“Kami dulu salah pilih. Tapi hari ini, kami tegas: No. 2 adalah pilihan kami. MDF bukan politisi biasa  dia pelayan rakyat sejati!” tegas Ahmad dengan suara lantang disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Ahmad juga membeberkan alasan mendalam relawan Jawa Biak balik arah:

MDF tidak menebar kebencian atau adu domba.

Programnya nyata dan menyentuh rakyat, bukan sekadar wacana elitis.

MDF diusung oleh 16 partai besar yang menjamin stabilitas dan kemajuan Papua

Sementara itu, Calon Gubernur MDF membalas dukungan itu dengan pesan kasih:

Saya tidak ajarkan kebencian. Saya tidak didik relawan untuk mencaci. Mari jaga persatuan Papua. Berbeda pilihan itu biasa, tapi membenci itu racun,” ujar MDF penuh wibawa.

Tak hanya itu, MDF bahkan mendoakan lawan politiknya agar diberi hati takut akan Tuhan.

“Pemimpin yang memecah belah tidak akan bertahan lama. Tuhan sudah pilih yang terbaik untuk Papua,” tegasnya.

Ketua Umum Relawan MARI YO Mania, Hendrik Yance Udam (HYU), ketika dihubungi via telpon seluler nya menyampaikan:

“Papua mulai bangkit! Rakyat sudah cerdas dan tidak mau lagi dipimpin oleh mereka yang senang mengadu domba anak-anak Papua dan Nusantara. Biak bukan lagi benteng BTM CK, kini sudah jadi medan kemenangan total MARI YO!”

HYU menegaskan bahwa ini baru permulaan. Kejatuhan BTM CK di Biak adalah pertanda kekalahan besar yang sudah di depan mata.

06 Agustus 2025 akan menjadi hari pembuktian!

Papua akan memilih pemimpin yang berhati rakyat.

No. 2 MARI YO — bukan hanya pilihan, tapi harapan seluruh Tanah Papua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *