Jayapura, Gelombang dukungan untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Matius Derek Fakhri dan Aryoko Rumaropen (MARI YO) terus menguat. Kali ini datang dari tokoh adat berpengaruh Ondofolo Hebeybhulu Yoka Ismael Mebri, yang secara resmi menemui Ketua Umum Relawan MARI YO Mania, Hendrik Yance Udam (HYU), di Markas Besar Relawan MARI YO Mania di Distrik Abepura, Kota Jayapura. Provinsi Papua ( Minggu 29/6)
Pertemuan ini menjadi momen penting dalam mempertegas arah perjuangan politik rakyat Papua yang menolak tegas politik identitas kesukuan dan agama yang selama ini dimainkan oleh pasangan BTM-CK (Benhur Tomi Mano – Costan Karma).
Saat ini kita tidak memilih pemimpin suku atau pemimpin agama. Kita memilih Gubernur untuk seluruh rakyat Papua. Isu-isu identitas adalah racun yang bisa memecah-belah masyarakat dan menghancurkan Papua,” tegas HYU dalam pertemuan tersebut.
HYU juga meminta dukungan penuh dari seluruh kekuatan akar rumput: tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, hingga para kepala suku dan Ondofolo se-Tanah Tabi, untuk merapatkan barisan dan memenangkan MARI YO dalam PSU Pilgub Papua 6 Agustus 2025.
Sementara itu, Ondofolo Hebeybhulu Yoka Ismael Mebri menyampaikan pernyataan yang sangat keras dan jelas:
“Kami masyarakat Tabi sudah sadar! Kami tidak mau lagi dibohongi oleh politik identitas murahan ala BTM-CK. Kami tidak butuh pemimpin yang hanya bisa bersandiwara di panggung politik pakai topeng ‘anak Tabi’ atau ‘orang Kristen’ untuk menipu rakyat!”
Ia menegaskan bahwa rakyat Papua, khususnya masyarakat Tabi, menolak politik pencitraan, kepalsuan, dan kebohongan yang hanya menciptakan konflik dan perpecahan.
“Papua butuh pemimpin yang jujur, merakyat, dan menyatukan! Dan itu hanya ada pada pasangan MARI YO!” tutup Ondofolo dengan tegas.














