Kampung Yoka Membara: Warga Dilarang Ikut Kegiatan MARI YO, HYU Bongkar Dalangnya

Jayapura, –  Aroma permainan politik kotor mulai tercium menjelang PSU Pilgub Papua. Kali ini, dugaan tindakan intimidatif datang dari pihak pendukung pasangan calon gubernur Benhur Tomi Mano – Constan Karma (BTM-CK).

Sumber menyebut, Calon Gubernur BTM diduga menginstruksikan langsung Kepala Kampung Yoka, Antonius Mebri, untuk melarang warga menghadiri kegiatan jalan santai, pengobatan gratis, dan peresmian Posko Pemenangan MARI YO (Matius Derek Fakhiri – Aryoko Rumaropen) di Kampung Yoka.

Bukti pesan singkat yang beredar luas memperkuat dugaan ini. Dalam instruksinya, Antonius Mebri menulis kepada RT, RW, kader Posyandu, dan tim kebersihan:

“Besok ada kegiatan jalan santai oleh tim MDF di depan Puskesmas, dilarang ikut. Siapa yang ikut, ada konsekuensinya.”

Pernyataan ini memicu reaksi keras dari Ketua Umum Relawan Mari Yo Mania, Hendrik Yance Udam (HYU), saat hadir langsung di Kampung Yoka. Ia mengecam tindakan Kepala Kampung yang dinilainya telah mencederai prinsip demokrasi.(Sabtu 19 Juli 2025)

“Ini bentuk nyata intimidasi! Kepala Kampung Yoka tidak punya hak melarang masyarakat ikut kegiatan politik yang sah dan damai. Ini menunjukkan kubu BTM-CK panik dan takut kalah dalam PSU Pilgub Papua,” tegas HYU.

HYU pun secara tegas meminta Wali Kota Jayapura  Abisay  Rollo untuk segera mencopot Antonius Mebri dari jabatannya karena telah menyalahgunakan wewenang dan mengintimidasi rakyat.

Tak hanya itu, HYU juga mendesak Polda Papua untuk memeriksa dugaan penyelewengan dana kampung oleh Antonius Mebri selama masa jabatannya.

“Sudah banyak laporan masyarakat soal dugaan korupsi dana kampung. Sekarang tambah lagi dengan praktik intimidasi politik. Warga tidak boleh diam!” ujarnya.

Meski di bawah tekanan, kegiatan jalan santai, pengobatan gratis, dan peresmian Posko MARI YO tetap berjalan sukses. Ratusan warga Kampung Yoka hadir menunjukkan keberanian dan dukungan mereka kepada MDF.

HYU menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa rakyat Papua sudah bisa menilai mana pemimpin yang membangun dengan damai dan mana yang menyebar intimidasi.

“MARI YO hadir dengan cinta dan program nyata. Sementara kubu BTM-CK hanya mengandalkan cara kasar dan ancaman. Pilihan terbaik bagi Papua hari ini adalah pemimpin yang membawa damai dan harapan: Matius Derek Fakhiri dan Aryoko Rumaropen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *