Narasi “Anak Tabi” Dinilai Menyesatkan, Ramses Wally Tegas: Politik Itu Konstitusi, Bukan Asal-Usul

Sentani, Pernyataan politik dari BTM yang meminta masyarakat memilihnya karena ia adalah “anak Tabi” menuai kecaman keras. Tokoh adat dan politisi senior Papua, Ramses Wally SH, menyebut pernyataan itu sebagai manipulasi identitas yang tak berdasar hukum dan rawan memecah belah masyarakat.

“Tidak ada satu pun pasal dalam UUD 1945, Perdasus, atau peraturan apapun yang menyebut bahwa seseorang harus dipilih karena ia anak Tabi. Itu keliru dan menyesatkan!” tegas Ramses, Ondofolo Kampung Babrongko, saat diwawancarai di Sentani.

Identitas Bukan Alat Politik

Menurut Ramses, narasi seperti “ini tanah saya” dan “ini rumah saya” adalah bentuk agitasi yang berbahaya. “Kalau cinta Tabi, tunjukkan lewat perjuangan yang sah. Bukan lewat slogan kosong saat musim kampanye,” ujarnya dengan nada serius.

Sebagai tokoh yang turut memperjuangkan perubahan nama DPRD Irian Jaya menjadi DPR Papua, Ramses mengingatkan bahwa kehormatan identitas hanya bisa ditegakkan lewat jalur hukum dan konstitusional, bukan provokasi asal-usul.

“Dulu kami bertiga – John Ibo, alm. Yance Kayame, dan saya – berjuang di parlemen. Hasilnya? Hari ini kita semua bangga menyebut ‘DPR Papua’. Itu bukan hasil kampanye, tapi perjuangan serius,” jelasnya.

Dukung MDF–Aryoko untuk Papua yang Bermartabat

Ramses juga secara terbuka menyatakan dukungan kepada pasangan Matius D. Fakhiri (MDF) dan Aryoko Rumaropen, yang dinilai memiliki visi jelas dan berani memperjuangkan pembentukan Provinsi Tabi dan Teluk Cenderawasih secara sah.

“Mereka tak hanya bicara, tapi membawa agenda perubahan yang nyata. Identitas harus diperjuangkan lewat kebijakan, bukan jargon,” kata Ramses.

Peringatan Keras terhadap Politik Sukuisme

Ia mengingatkan warga Tabi dan Saireri agar tidak terjebak pada politik sukuisme yang sempit dan melemahkan demokrasi. Laporan LIPI (2020) membuktikan bahwa penggunaan isu “putra daerah” sering kali disalahgunakan untuk menjatuhkan lawan, bukan memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Jangan pilih hanya karena dia anak adat. Lihat rekam jejak, komitmen, dan kemampuannya. Kita butuh pemimpin yang bisa kerja, bukan yang hanya jual asal-usul,” seru Ramses dengan nada tegas.

Penutup yang Menohok

Mengakhiri pernyataannya, Ramses menyerukan agar rakyat Papua berpikir rasional dan tidak mudah terprovokasi.

“Politik bukan tentang siapa anak siapa. Politik adalah alat memperjuangkan nasib bersama. Pilihlah pemimpin karena kualitasnya, bukan karena silsilahnya!” pungkasnya.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *