Jayapura, Peta politik Papua menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua 6 Agustus 2025 kian memanas. Gelombang dukungan besar-besaran mulai mengarah kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri dan Aryoko Rumaropen (MARI YO). Salah satu deklarasi dukungan paling mencolok datang dari Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) Provinsi Papua.(Sabtu 19 Juli 2025)
Bertempat di PTC Entrop, Distrik Jayapura Selatan, ribuan warga Batak dari berbagai penjuru Tanah Tabi tumpah ruah dalam acara deklarasi dukungan yang digelar Sabtu, 19 Juli 2025. Deklarasi politik tersebut dibacakan langsung oleh Ketua Relawan Batak Bersama MARI YO, Mardin Manurung, SE, M.Si, di hadapan massa pendukung yang antusias.
“Kami, masyarakat Batak di Provinsi Papua yang tergabung dalam komunitas Batak Bersama MARI YO (BBM), dengan ini menyatakan dukungan penuh kepada calon Gubernur Komjen Pol (Purn) Matius Derek Fakhiri, S.IK., MH dan calon Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen untuk memimpin Papua periode 2025–2030,” tegas Mardin.
Yang mengejutkan, pernyataan tersebut sekaligus menjadi penarikan dukungan dari pasangan Benhur Tomi Mano –Yermias Bisay (BTM–YB) yang sebelumnya menjadi pilihan mayoritas warga Batak pada Pilkada Serentak 2024.
“Kami dulu mendukung BTM, tapi kali ini kami memilih MARI YO. Kami kecewa dengan gaya komunikasi Pak BTM yang kerap menggunakan bahasa kasar dan tidak menghormati martabat manusia. Pernyataan-pernyataannya menyakiti hati kami,” ujar Mardin, merujuk pada ucapan BTM yang sempat membandingkan manusia dengan binatang.
Ia menambahkan, masyarakat Batak butuh pemimpin yang humanis, rendah hati, dan pemersatu.
MDF: “Papua Cerah Dimulai dari Kolaborasi Lintas Budaya
Calon Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri, menyambut hangat deklarasi dukungan ini.
“Suara persatuan menggema di Tanah Papua! Komunitas Batak Papua hadir dengan semangat kekeluargaan luar biasa. Ini bukti bahwa Papua Cerah dimulai dari kolaborasi lintas budaya dan satu tujuan: perubahan yang nyata. Terima kasih atas kepercayaan kalian,” ujar MDF dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua Umum Relawan MARI YO Mania, Hendrik Yance Udam (HYU) menegaskan bahwa dukungan warga Batak kepada MARI YO adalah langkah cerdas dan tepat.
“Kami bangga masyarakat Batak kini bersama MARI YO. Mereka telah sadar bahwa pasangan BTM–CK bukanlah masa depan Papua. Dalam PSU nanti, rakyat akan membuktikan bahwa MARI YO adalah pilihan terbaik untuk membawa Papua ke arah baru yang penuh harapan,” pungkas HYU optimis.
Deklarasi ini menjadi sinyal kuat bahwa arah angin politik di Papua mulai berpihak pada MARI YO. Dukungan lintas suku, termasuk komunitas Batak, menjadi kekuatan tambahan dalam perjalanan menuju kemenangan pada 6 Agustus 2025.














