MDF dan Ondofolo Yoka Dihina, HYU Tanggapi Pedas: Kami Tak Akan Diam!

Jayapura. Suhu politik menjelang Pemilihan Gubernur Papua memanas setelah kunjungan Calon Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri (MDF), ke kediaman Ondofolo Besar Hebeybhulu Kampung Yoka, Ismael Mebri.

Kunjungan silaturahmi sederhana tersebut justru menyulut reaksi keras dari pendukung pasangan calon Gubenur Benhur Tomi Mano dan Costan Karma (BTM-CK), yang kemudian memicu gelombang ujaran kebencian dan penghinaan di media sosial.

Dalam kunjungannya, MDF hanya bersilaturahmi dengan Ondofolo Ismael Mebri dan keluarganya. Namun, kehadiran MDF di tanah adat Hebeybhulu Yoka justru membuat pihak BTM-CK dan para pendukungnya bersikap panik dan menyerang secara rasis. Di media sosial,

Ondofolo besar Ismael Mebri bahkan dihina dengan sebutan penghianat, sementara MDF dilecehkan dengan kata-kata kasar dan tidak etis. Puncaknya, pendukung BTM-CK mengklaim akan “menghapus jejak kaki MDF yang bau” dari Yoka.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Relawan MARI YO MANIA , Hendrik Yance Udam (HYU), angkat bicara dengan nada tegas. “Kami tidak akan tinggal diam. MDF dan Ondofolo Ismael Mebri adalah tokoh besar Papua yang patut dihormati. Kami akan hapus jejak kaki BTM dari Yoka dan seluruh Tanah Tabi. Artinya, rakyat Tabi akan memenangkan MDF dan Aryoko sebagai gubernur dan wakil gubernur papua secara mutlak!” tegas HYU  kepada sejumlah wartawan di Jayapura usai pertemuan tertutup dengan Ondofolo Besar di Yoka, Sabtu (17/5/2025).

HYU menilai kedatangan BTM-CK ke Yoka setelah MDF hanyalah sandiwara politik menjelang pilgub. “Selama 10 tahun menjabat Wali Kota Jayapura, BTM tidak pernah memberi ruang bagi putra-putri asli Yoka dan Waena untuk duduk di jabatan strategis. Jabatan-jabatan penting seperti eselon I dan II seolah dikunci. Apakah anak-anak kampung ini tidak layak diberi kepercayaan?” ujarnya dengan nada kecewa.

Ia pun mengajak masyarakat agar tidak lagi terbuai janji kampanye dan simbolisasi semu. “Jangan tertipu drama politik. Perjuangan membangun Papua harus dimulai dengan menghargai orang-orang adat dan tokoh lokal. Mari bersatu untuk perubahan nyata  menangkan MARI YO di PSU Pilgub Papua 6 Agustus 2025,” pungkas HYU.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *